Go Green

Zat Pewarna Alami Dan Buatan

Zat Pewarna Alami Dan Buatan
Ruh4dian - Pemberian warna pada umumnya bertujuan agar makanan terlihat lebih segar dan menarik, sehingga menimbulkan selera bagi orang untuk memakannya. Zat warna pada makanan bersumber dari dua bahan, yaitu zat warna alami dan zat warna buatan (sintetis). Zat warna alami kurang praktis digunakan karena untuk mendapatkannya diperlukan proses yang agak lama. Hal ini menyebabkan masyarakat lebih menyukai zat warna buatan karena lebih praktis.

Zat warna makanan sintetis yang digunakan tidak semuanya aman. Zat warna dikatakan aman apabila sudah dikaji dan diizinkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Departemen Kesehatan.

 
1. Zat Pewarna Nabati
Pewarna ini merupakan pewarna alami yang diambil atau diekstrak dari tumbuh-tumbuhan. Jenis dan fungsi pewarna dapat dilihat pada tabel berikut.
No Warna Sumber Dan Penggunaan
1 Kuning Zat warna kurkumin pada kunyit, beta karoten dari wortel. Zat warna ini digunakan untuk minuman ringan atau nasi kuning
2 Cokelat Karamel (pemanasan gula) pada suhu 170°C digunakan untuk minuman atau makanan. Warna cokelat juga dapat dihasilkan dari kopi atau cokelat (kakao)
3 Merah Kapxantin yang terdapat dalam cabai merah digunakan untuk memperkuat warna pada masakan tertentu (gulai, rendang, dan sebagainya). Warna merah dapat pula dihasilkan dari kunyit
4 Hijau Ekstrak daun suji dan daun pandan untuk memberi warna kue-kue
5 Violet Antosianin yang berasal dari bit gula

2. Zat Pewarna Buatan (Sintetis)
Zat pewarna buatan dibuat dari bahan-bahan kimia. Dibandingkan dengan pewarna alami, pewarna buatan memiliki beberapa kelebihan, yaitu memiliki pilihan warna yang lebih banyak, mudah disimpan, dan lebih tahan lama. Yang perlu sekali diperhatikan bahwa banyak zat pewarna buatan yang tidak boleh digunakan untuk makanan karena sifatnya beracun. Penelitian menunjukkan bahwa beberapa zat kimia dapat menimbulkan penyakit kanker.
Gunakan tombol di bawah ini bila bermanfaat!